Secuil cerita hati suhita
Hati Suhita. Belakangan ini siapa sih yang nggak tahu dengan film satu ini. Apalagi kalian yang suka banget dengan membaca dan nonton film, terlebih film percintaan apalagi satu film yang di adopsi dari novel hati Suhita ini. Novel yang ditulis oleh seorang ning, panggil saja Khilma Anis. Pembaca bisa memanggil ning Khilma ataupun ning Anis. Tapi saya lebih suka menyapa ning Hilma (nggak pake K). Kisah ini cukup fenomenal, ning Hilma seakan mampu menghipnotis penonton dengan alur ceritanya yang ringan dan bisa di terima semua kalangan.
Ning Hilma benar-benar mampu membuat
penonton terkesima dengan karyanya, hati Suhita. Film yang rilis bulan mei
kemarin mengisahkan kisah cinta segitiga. Dimana kisah ini mengisahkan seorang putra
Kyai yang sering dipanggil Gus Biru. Si Gus Biru ini terjebak dalam cinta
segitiga. Yang artinya pernikahan si Gus Biru ini adalah dijodohkan. Bukan keinginan
Gus Biru. Orang tua Gus Biru menjodohkanya dengan seorang perempuan bernama
Suhita. Pada Dasarnya Gus biru ini hatinya sudah dimiliki oleh seorang
perempuan bernama Ratna Rengganis.
Namun sayang seribu sayang. Cinta si
Rengganis harus bertepuk sebelah ketek, eh sebelah tangan maksudnya. Dikarenakan
si Gus Biru mau tak mau harus menerima perintah orang tuanya yang dimana ia
dijodohkan dengan seorang perempuan bernama Suhita. Si Rengganis harus menerima
kenyataan yang pahit itu. Lelaki yang ia idamkan, yang ia harapkan bisa menjadi
imamnya, ternyata harus menjadi imam perempuan lain. Kasian juga si Rengganis. Ia
harus merelakan lelakinya dijodohkan dengan Suhita. Nah, bagi kalian yang lagi
putus cinta, alias cinta bertepuk sebelah ketek, eh cinta bertepuk sebelah
tangan. Yang sabar ya, kalian tidak sendirian. Ada Rengganis yang tak kalah
kandas dengan kalian.
Hal itu juga pastinya juga berat
bagi Gus Biru. Meski Suhita adalah wanita yang di bilang wanita yang dari segi
keilmuan juga tak kalah, namun hati Gus Biru masih dihuni oleh si Rengganis. Gus
Biru harus patuh dengan orang tua, ia dilema antara pilihan orang tua dengan
hatinya, jadi pernikahan ini benar-benar tidak ia harapkan. Pada akhirnya ia
harus mau menikah dengan seorang perempuan bernama Suhita. Bagi Suhita pun hal
ini juga bukan hal yang cukup rumit dan pelik. Ini masalah rumah tangga,
bagaimana mungkin ia bisa membuat rumah tangga yang harmonis jika sang suami
hatinya tidak untuk dia?. Rumit bukan?.
Sebagai seorang Gus. Ia dinilai pantas
mendapatkan seorang istri seperti Suhita yang merupakan putri penghafal Al-qur’an.
Sedangkan Rengganis hanya perempuan biasa. Sebagai seseorang yang pernah
mengisi hati Gus Biru, pastinya si Rengganis sakit hati melihat kekasihnya yang
menikah dengan perempuan lain. Namun, bagi Rengganis, ia tak bisa berbuat
banyak. Apalah dayanya yang hanya orang biasa. Mau tidak mau ia harus merelakan
Gus Biru menikah dengan perempuan lain bernama Suhita.
Pun dengan Suhita. Ia harus berjuang
mati-matian, siang dan malam. Ia terus berdoa dan berusaha agar si Gus Biru mau
membukakan hati untuk dirinya. Tidak mungkin baginya akan membuat keluarga
sakinah, mawadah, warahmah. Jika sang suami hatinya saja bukan untuknya.
Pembaca yang budiman. Banyak penonton
film ini ataupun pembaca novel hati Suhita ini tersentuh oleh kisahnya. Ning Hilma
benar-benar membuat penonton terhipnotis, seakan ikut berperan dalam film
tersebut. Seakan ikut merasakan betapa sakitnya hati Rengganis, seakan tahu
bagaimana perasaan Gus Biru yang harus meninggalkan si Rengganis, dan seakan
ikut merasakan betapa sulitnya Suhita meluluhkan hati si Gus Biru.
Baiklah, untuk selengkapnya. Kalian bisa
nonton filmnya dan baca juga bukunya. Tidak mungkin saya ceritakan secara
keseluruhan alurnya. Ya biar kalian penasaran dong bagaimana endingnya, sekaligus
biar saya tidak terlalu spoiler. Dan yang terpenting, hikmah yang bisa
diambil, bagi kalian yang ditinggal kekasih, sedih boleh tapi jangan berlebihan
ya kawan. Pasti kalian akan bertemu dengan orang yang lebih baik. Bagi kalian
yang kandas, tenang, kalian nggak sendiri. Ada Rengganis yang cintanya bertepuk
sebelah tangan juga.
(pesan
saya. Kalau nonton filmnya usahakan filmnya jangan bajakan. Dan kalau beli
novelnya yang original yaa. Jangan beli buku bajakan alias buku kw)




Komentar
Posting Komentar